Klinik GD
4.9(50+)
Ada cerita yang sering terdengar saat cuaca mulai memasuki musim panas seperti sekarang.
“Pagi tadi jelas baik-baik saja, tapi setelah makan siang area samping hidung jadi semua menumpuk.”
“Minyaknya keluar, tapi kulit malah terasa ketarik.”
“Primer dan cushion yang katanya bagus sudah dicoba semua, tapi begitu sore riasan tetap rusak.”
Di lingkungan yang banyak berpindah tempat dan memiliki perbedaan suhu besar antara dalam dan luar ruangan, kekhawatiran tentang makeup luntur atau wajah mudah berminyak bisa terasa lebih sering.
Pengalaman saat base makeup yang tadinya bagus di pagi hari mulai mengelupas di sekitar hidung setelah makan siang, pori-pori tampak lebih besar, lalu dagu atau dahi mulai berkilap. Jika tiap kali bercermin komedo pun terlihat makin jelas, mungkin muncul perasaan, “Kenapa kulitku tiba-tiba begini?”
Kami akan membahas mengapa kekhawatiran tentang perawatan pori-pori dan sebum yang berulang semakin muncul saat cuaca makin panas, serta bagaimana arah perawatan bisa berubah sesuai kondisi kulit.

Alasan kulit tiba-tiba berubah saat awal musim panas
Kulit manusia cukup banyak dipengaruhi oleh cuaca dan lingkungan.
Di awal musim panas, suhu dan kelembapan yang sama-sama naik menciptakan lingkungan yang mudah meningkatkan produksi sebum.
Sederhananya, ini bisa dianggap sebagai masa ketika keluarnya minyak di permukaan kulit menjadi lebih cepat.
Masalahnya bukan hanya sebum yang bertambah.
Jika aliran AC, sinar UV yang kuat, dan perbedaan suhu dalam-luar ruangan berulang terus,
kelembapan di dalam kulit justru bisa lebih mudah terkuras.
Akibatnya, dalam kulit bisa terasa kering tetapi permukaannya tampak berminyak.
Dalam kondisi seperti ini, makeup tidak menempel dengan baik dan mudah menumpuk di samping hidung atau sekitar mulut, sehingga base makeup cepat rusak.
Di area sekitar pori-pori, sebum dan sel kulit mati juga mudah menumpuk, sehingga makin sore tekstur kulit bisa terlihat lebih tidak rata.

Tidak selalu selesai dengan “karena kulit berminyak”
Meski ada keluhan makeup luntur, tidak semua orang bisa langsung dianggap hanya memiliki kulit berminyak.
“Minyaknya banyak, tapi setelah cuci muka terasa sangat ketarik”
“Minyak keluar, tapi makeup terus mengelupas”
Dalam kasus seperti ini, kemungkinan keseimbangan minyak dan kelembapan sedang tidak stabil juga bisa dipertimbangkan.
Karena saat kulit terasa semakin kering, respons tubuh bisa justru memproduksi lebih banyak sebum.
Jadi, ketika berusaha menghilangkan minyak berlebihan, orang kadang melakukan pembersihan yang terlalu kuat atau scrub terlalu sering, padahal hal itu justru bisa memicu iritasi pada skin barrier.
Kebiasaan memencet komedo dengan tangan terlalu sering atau menggunakan nose pack berulang kali mungkin terlihat bersih untuk sementara, tetapi juga bisa berujung pada iritasi kulit atau pori-pori tampak lebih jelas.
Kadang orang berkata, “Saya sudah mencoba semua produk yang katanya bagus, tapi ini terus berulang,”
dan pada kondisi kulit yang tidak stabil, mengganti produk saja memang bisa sulit menyelesaikan masalah.
Alasan kulit terasa kering dari dalam dan makeup luntur muncul bersamaan
Jika diperhatikan lebih dekat, kulit yang makeup-nya mudah rusak sering kali bukan hanya masalah minyak semata.
Pagi hari terasa baik-baik saja, tetapi sore hari area samping hidung mulai mengelupas,
saat tersenyum tekstur kulit terlihat retak, komedo tampak lebih gelap, dan pori-pori terlihat sangat menonjol.
Dalam kondisi seperti ini, kemungkinan penataan sel kulit mati di permukaan, kemampuan mempertahankan kelembapan, dan keseimbangan produksi sebum sama-sama berpengaruh.
Saat kulit kekurangan kelembapan, makeup mudah tidak menempel tipis di permukaan kulit dan berulang kali terasa mengangkat atau retak.
Selain itu, semakin kasar tekstur kulit, semakin terlihat foundation masuk ke sela-sela pori-pori.
Karena itu, alih-alih sekadar mengurangi minyak, proses mengecek kondisi kulit secara menyeluruh mungkin lebih penting.

Arah perawatan bisa berubah sesuai kondisi kulit
Perawatan pori-pori atau sebum tidak diterapkan dengan cara yang sama untuk semua jenis kulit.
Bagi sebagian orang, pengaturan sebum berlebih mungkin menjadi prioritas, sementara bagi yang lain pemulihan skin barrier atau manajemen kelembapan justru lebih dulu diperlukan.
Selain itu, jika ada keluhan komedo yang berulang, pendekatan yang mengurangi iritasi kulit sambil merawat tekstur kulit dapat dipertimbangkan.
Mengurangi cuci muka berlebihan
Mengatur kebiasaan memencet yang bersifat iritatif
Perawatan kulit yang mempertimbangkan keseimbangan minyak dan kelembapan
Perawatan tekstur kulit
Memeriksa arah perawatan pori-pori yang sesuai dengan kondisi kulit
Hal-hal tersebut juga dapat membantu.
Tergantung kondisi kulit, berbagai metode perawatan atau pendekatan prosedural juga bisa dipertimbangkan, tetapi yang penting adalah melihat kondisi kulit saat ini bersama dengan kebiasaan hidup.
Karena bahkan jika terlihat sama sebagai “berminyak”, penyebabnya belum tentu sama semua.
Makeup yang berulang kali luntur dan wajah berkilap bisa menjadi tanda perubahan keseimbangan kulit.
Ada kasus ketika peningkatan sebum disertai makeup luntur, komedo, dan pori-pori tampak lebih jelas terus berulang.
Tergantung jenis kulit masing-masing, jumlah produksi sebum dan tingkat kehilangan kelembapan bisa berbeda.
Daripada hanya menghilangkan minyak, mengelola keseimbangan minyak dan kelembapan sesuai kondisi kulit saat ini dapat membantu menjaga kondisi kulit tetap baik.
K-Beauty
Foret Seoul
K-Beauty
Foret Seoul
Panduan perjalanan
Foret Seoul